Jelang Puasa, Harga Bumbu Dapur di Pasar Gede Surakarta Tak Bersahabat!

 

Kamis, 23 Februari 2023 | 13.00 WIB

Oleh: Kelompok 9

Pasar Gede, Surakarta

Surakarta — Harga sejumlah bahan pangan di Pasar Gede, Surakarta naik cukup drastis, khususnya cabai dan bawang. Kenaikan harga cabai yang awalnya Rp25.000 per kilogram kini menjadi Rp60.000 per kilogram cukup meresahkan masyarakat. Harga bawang merah serta bawang putih pun turut naik, yang awalnya sekitar Rp20.000 per kilogram  kini menjadi Rp30.000 per kilogram

Dalinem, salah satu pedagang bumbu dapur yang telah berdagang selama 25 tahun, mengungkapkan bahwa kenaikan harga bahan pokok tersebut sudah biasa terjadi pada waktu-waktu tertentu terutama mendekati perayaan-perayaan tertentu seperti contohnya Ramadan.

“Ya naiknya musim-musim tertentu saja, kalau tidak ada pasokan barang harganya bisa naik,” kata Dalinem, Kamis (23/2/2023)

Dalinem, penjual bumbu dapur di lantai 1 Pasar Gede, Surakarta

Akibat kenaikan harga bahan pangan ini, para pedagang sering kali mengalami sepi pembeli seperti yang diungkapkan oleh Dalinem.

“Malah tambah sepi ini. Orang-orang sekarang seringnya nggak masak dan langsung beli makanan jadi biar irit,” kata Dalinem.


Hal yang sama juga dialami oleh Indah, seorang pedagang bumbu dapur yang melanjutkan usaha turun-temurun dari ibunya yang sudah berjalan selama beberapa tahun. Sebagai pedagang, dia juga turut merasakan dampak dari kenaikan harga bahan pangan terhadap penjualannya sehari-hari.



 Indah, penjual bumbu dapur di lantai 1 Pasar Gede

 

“ Ya, mau harga naik ataupun nggak naik masih tetep ada yang beli karena kebutuhan, tapi kalau biasanya pada beli sekilo jadi setengah kilo. Cuman pengurangan porsi belinya aja. Karena kebutuhan jadi tetap pada beli,” kata Indah.

Dia juga menyampaikan bahwa kenaikan harga bumbu dapur ini sudah terjadi semenjak Natal tahun lalu, dan kembali naik lebih tinggi puncaknya ketika mendekati Ramadan.

Kenaikan harga bahan pangan yang terjadi mendekati Ramadan kali ini tidak hanya merugikan para penjual bumbu dapur dan ibu rumah tangga saja, tetapi berdampak juga untuk para pedagang makanan jadi.

Dimas contohnya, sebagai salah seorang pedagang lumpia serta risol mayo di Pasar Gede, Surakarta, menyatakan bahwa kenaikan harga bumbu dapur ini cukup memberikan dampak negatif dalam pendapatan laba jualan per harinya.

“Kalau untuk naikin harga belum berani. Untuk ngatasinya, nurunin laba penjualannya, tapi nggak mepet banget juga. Misalkan kalau biasanya kita bisa dapat laba Rp3.000 dari satu lumpia, sekarang kita kurangi jadi Rp1.000,” kata Dimas.

Pengurangan laba tersebut dia lakukan sebagai salah satu upaya agar para pembeli tidak kabur dan beralih ke toko lain, namun dengan tetap mempertahankan rasa dan kualitas makanan yang selama ini mereka sajikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ingin Berwisata Ke Selo Boyolali? Ini Rute dan Medannya