Setelah 2 Tahun Absen, Kampung Ramadan Surakarta Kini Kembali Hadir di Balai Kota
Kampung Ramadan, Balai Kota Surakarta. (Foto: Dahayu Aida Yasmin)
Surakarta — Setelah 2 tahun terhalang pandemi covid-19, Kampung Ramadan kini kembali hadir di Balai Kota Surakarta. Kehadiran Kampung Ramadan sejak Senin (25/3/2023) di Balai Kota Surakarta ini mendapat antusiasme yang tinggi dari berbagai kalangan.
Hal tersebut tercermin dari banyaknya pengunjung dan pembeli makanan yang menikmati keberadaan acara tahunan ini. Ini karena harga makanan yang tergolong murah.
Hal ini diakui oleh Daniel dan Maria, salah satu pengunjung di Kampung Ramadan Balai Kota Surakarta, yang mengungkapkan bahwa harga makanan-makanan pada acara ini relatif murah.
“Relatif murah sih untuk harga segini di acara begini,” ungkap Daniel pada Jumat (7/4/2023).
Mereka juga mengungkapkan bahwa Kampung Ramadan ini merupakan acara yang membantu dan menarik berbagai kalangan.
“Cukup membantu sih buat yang muslim, dan juga buat yang mau ke gereja kayak kita ini, buat jajan dulu sebelum masuk gereja, atau kalau nanti haus habis pulang dari gereja bisa langsung mampir ke sini,” ujar Maria.
Keramaian dari Kampung Ramadan ini juga tidak terlepas dari promosi media sosial yang cukup berhasil menggaet banyak anak muda. Devi dan Rubay contohnya, salah satu pengunjung Kampung Ramadan yang tertarik untuk mendatangangi acara ini setelah mendapat informasi dari Instagram.
“Baru pertama kali sih kesini, kita taunya dari Instagram,” ujar Devi
Tak hanya bagi pengunjung, Kampung Ramadan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surakarta ini juga mendatangkan keuntungan bagi para penjual.
Seperti yang diungkapkan oleh Riski dan Priyani, salah satu pedagang jajanan jasuke di Kampung Ramadan Bali Kota Surakarta, tingginya antusiasme pengunjung berdampak baik pada omzet penjualan para pedagang.
“Karena yang beli rame, keuntungan yang kami dapat juga jadi lebih banyak,” kata Priyani.
Kampung Ramadan, Balai Kota Surakarta (Foto: Dahayu Aida Yasmin)
Terlepas dari keberhasilan Pemerintah Kota Solo dalam menyelenggarakan serta mempromosikan Kampung Ramadan masih terdapat aspek-aspek yang harus ditingkatkan.
Salah satu keluhan yang datang dari penjual di acara ini adalah mengenai pencahayaan. Hal ini karena Kampung Ramadan dimulai pada pukul 16.00 WIB dan berakhir pada pukul 22.00 WIB.
Kampung Ramadan dituntut untuk memfasilitasi lampu dan pencahayaan yang memadai bagi para pengunjung dan penjual. Namun, nyatanya lampu yang disediakan sering kali terlambat dinyalakan dan bahkan kerap mati di tengah acara.
Hal ini diungkapkan oleh Riski, pedagang pentol yang berjualan di Kampung Ramadan
“Terus terang lampunya sih yang berm
asalah” ungkapnya.


Komentar
Posting Komentar