Ini Kata Anggota DPRD Surakarta Soal Demo Mahasiswa

 

Penyampaian Materi Oleh Ginda Ferachtriawan anggota DPRD Surakarta pada talkshow “Anak Muda Sadar Politik Kamis (27/4/2023) (Foto : Dahayu Aida Yasmin)

Surakarta - Anggota DPRD Surakarta Ginda Ferachtriawan mengungkapkan pandangan sebagian besar anggota dewan mengenai peran mahasiswa dalam dunia politik yang identik dengan demo. Hal ini diungkapkannya dalam Talkshow bertema “Anak Muda Sadar Politik” di FIB UNS pada Kamis (27/4/2023).

“Yah kalau bicara tentang pandangan anggota dewan tentang mahasiswa itu ya seperti ini kalau bicara masalah politik. Selama 10 tahun saya pengalaman saya jadi anggota dewan tidak ada tuh mahasiswa datang untuk diskusi dengan membahas masalah politik,” paparnya

Ginda juga menyampaikan kekecewaannya terhadap demo mahasiswa yang sering kali membuat macet dan merugikan pengguna jalan lainya. Menurutnya, penyampaian aspirasi seperti demo dapat dilakukan dengan cara yang lebih baik

“Kritik, aspirasi dalam bentuk apapun silahkan disampaikan, tapi kalau bisa dilakukan dengan komunikasi lebih baik kenapa tidak?” ujarnya.

Selain tentang kemacetan, Ginda juga menyampaikan hal lain yang membuatnya tidak cocok dengan demo mahasiswa yakni sampah. Menurutnya, para mahasiswa kurang bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan tempat pasca demo. Contohnya ketika para mahasiswa membiarkan bekas ban terbakar setelah demo mengenai Omnibus Law beberapa tahun lalu

“Saya sih nggak masalah ya kalian mau demo atau apapun tapi ya tolong lah kita sama-sama fair, kalau habis pakai tempat ya dibersihkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Ginda juga menyampaikan keheranan serta kekecewaannya terhadap mahasiswa yang kerap kali beranggapan bahwa semua anggota dewan itu memiliki stereotip buruk yang sama. Hal ini didukung dengan foto mahasiswa mengangkat kain tulisan yang mengindikasi bahwa anggota dewan itu tidak kompeten.

Salah satu mahasiswa bertanya pada sesi diskusi dan tanya jawab talkshow “Anak Muda Sadar Politik” Kamis (27/04/2023) (Foto : Dahayu Aida Yasmin)

Pendapat Ginda mengenai demo mahasiswa ini sempat ditanggapi oleh salah satu penanya dari mahasiwa bernama Lambang. Dalam sesi diskusi dan tanya jawab talkshow, dia menyampaikan ketidakyakinan mahasiswa mengenai keefektifan serta tindak lanjut dari penyampaian aspirasi melalui diskusi seperti yang dianjurkan oleh Ginda

“Kalau yang dengan demonstrasi saja kadang tidak didengar apalagi dengan diskusi?” ujar Lambang.

Ginda menjawab bahwa sebenarnya pihak DPRD selalu mendengarkan aspirasi dari masyarakat. Namun kedua belah pihak baik dari anggota dewan maupun pihak penyampai aspirasi harus menyamakan frekuensi.

“Didengarkan kok. Pasti didengarkan. Cuma memang masih harus menyamakan frekuensi saja,” tuturnya.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ingin Berwisata Ke Selo Boyolali? Ini Rute dan Medannya